You are currently viewing Membuat PT untuk Perusahaan, Pentingkah? Cek Juga Berbagai Informasi Terkaitnya

Membuat PT untuk Perusahaan, Pentingkah? Cek Juga Berbagai Informasi Terkaitnya

Membuat PT untuk perusahaan apakah sesuatu hal yang penting? Jika bertanya tentang penting tidaknya sebenarnya semua tergantung dengan kebutuhan. Akan tetapi jauh lebih banyak keuntungan yang bisa perusahaan dapatkan dengan mendirikan PT.

Yang mana salah satunya adalah perusahaan sudah legal dan sah secara hukum diakui negara. Sehingga akan mendapatkan perlindungan dari negara, tentunya hal ini akan bermanfaat sekali jika perusahaan merupakan perusahaan dengan skala besar.

Kompetitor dan yang lainnya akan lebih berhati-hati alias tidak melampaui batasnya saat bersaing. Seperti meminimalisir risiko membuat brand yang menjiplak perusahaan Anda.

Jadi akan lebih aman dan sebenarnya masih banyak lagi keuntungan lainnya yang bisa Anda dapatkan. Jadi bisa kami katakan pendirian PT untuk perusahaan besar itu penting.

Panduan Lengkap Membuat PT untuk Perusahaan

Ada beberapa hal yang perlu pengusaha lakukan untuk membuat perusahaannya bisa berubah menjadi PT. Berikut beberapa panduan lengkapnya.

1. Melakukan Persiapan Berbagai Data Pendirian PT

Membuat PT untuk perusahaan langkah pertamanya adalah dengan melakukan berbagai persiapan berkas pendirian PT. Seperti mempersiapkan nama PT yang pas dan sesuai dengan perusahaan.

Ada aturan tertentu sesuai dengan perundang-undangan dalam membuat nama PT yang pas. Seperti minimal 3 suku kata yang tidak boleh menggunakan nama yang sudah PT lain gunakan.

Selain nama PT ada juga tempat kedudukan PT, maksud tujuan pembuatan PT, struktur permodalan. Ada juga hal lainnya yakni terkait dokumen pengurus PT yang perlu perusahaan siapkan.

Terkait persoalan teknis tersebut, bisa Anda konsultasikan dulu kepada kami jika belum benar-benar tahu apa saja yang dibutuhkan.

2. Melakukan Pembuatan Akta Pendirian pada Notaris

Notaris yang bisa melakukan pembuatan akta bisa notaris dari mana saja. tidak harus notaris dari tempat PT, yang terpenting adalah adanya SK pengangkatan notaris dan sudah ada sumpah.

Tentunya notaris tersebut sudah terdaftar dalam data Kementrian Hukum dan HAM. Semua pendiri PT akan melakukan tanda tangan di depan pihak notaris. Sedangkan mereka yang berhalangan bisa mewakilkan dengan menggunakan surat kuasa.

3. Proses Pengesahan SK Menteri untuk Pendirian PT

Setelah proses untuk mengajukan pengesahan hukum atas PT, maka notaris akan mengajukannya ke badan hukum.

Yakni kepada Kementerian Hukum dan HAM, hehingga setelah menteri mengeluarkan SK maka perusahaan akan sah menjadi lembaga yang terakui.

4. Melakukan Pengurusan Domisili Kelurahan

Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) merupakan salah satu berkas penting yang harus tercantum. Jadi, pengurusan surat ini dalam membuat PT untuk perusahaan bisa mengurus di kelurahan.

5. Melakukan Pengurusan NPWP

NPWP perlu menjadi bagian data dari proses membuat PT untuk perusahaan. Prosedur pengurusannya bisa mendatangi kantor pajak di lokasi Anda. Bahkan kini layanan pengurusan pajak bisa lebih mudah.

Kantor pajak sudah menyediakan layanan pengurusan pajak secara online, bahkan untuk perusahaan. Sehingga bisa lebih mudah untuk mendapatkan NPWP tanpa perlu datang ke kantor.

6. Lakukan Pengurusan Izin Usaha

Dokumen terkait izin usaha disebut dengan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), nah dalam hal ini ada 4 kategori SIUP yang bisa pengusaha sesuaikan. Yaitu kategori SIUP Mikro, SIUP Kecil, SIUP Menengah, atau SIUP Besar.

7. Melakukan Pengurusan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Ada undang-undang yang mengatur terkait wajib daftar perusahaan, yakni UU 3/1982 pasal 5 ayat 1 yakni setiap perusahaan wajib mendaftarkan dalam daftar perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT).

8. Mempunyai BPJS Ketenagakerjaan

Sudah menjadi salah satu persyaratan umum yang kini perlu untuk perusahaan penuhi, seperti melakukan pengurusan BPJS Ketenagakerjaan.

Cara Mencari Kode untuk Bidang Usaha pada KBLI

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha di Indonesia (KBLI) merupakan pedoman yang menjadi acuan bagi pelaku usaha. Isinya adalah terkait rangkuman klasifikasi lapangan terkait usaha dengan menggunakan penomoran yang sistematis.

Untuk terkait informasi seperti deskripsi usaha atau yang lainnya bisa mengunjungi situs resmi pemerintah. Seperti di halaman oss.go.id atau bps.go.id

Salah satu kegunaan KBLI selain sebagai persyaratan membuat PT untuk perusahaan adalah kepentingan proses ekspor/impor. Kegiatan ekspor dan impor merupakan hal penting apalagi untuk perusahaan skala besar.

Pastinya menginginkan perusahaannya bisa melakukan ekspansi dan menjangkau pasar yang lebih global.

Nah, setelah mendapatkan data pada laman resmi terkait KBLI maka bisa mulai mencarinya. Yakni dengan mengklasifikasikan KBLI sesuai dengan spesifikasi perdagangan pada perusahaan.

Risiko Tidak Membuat Legalitas untuk Perusahaan

Siapa yang tidak ingin bisnisnya menjadi perusahaan besar seperti yang sudah kita semua harapkan? Tentunya dengan menggunakan ide marketing saja tidak cukup. Ada hal-hal lain yang perlu pengusaha lakukan agar bisnis semakin maju.

Yakni terkait legalitas perizinan yang sah agar semua bisa menjadi lebih baik. Hal ini juga sudah menjadi bagian wajib untuk seluruh kegiatan bisnis di Indonesia. Maksud dari legalitas perizinan adalah mencangkup segala aspek.

Kepercayaan masyarakat maupun pihak lain terhadap perusahaan bisa dengan adanya berbagai bukti legalitas perizinan. Sebenarnya penting sekali memiliki legalitas perusahaan untuk bisnis.

Tentunya badan usaha yang tidak mengantongi izin legalitas merupakan sesuatu yang melanggar aturan. Sehingga mungkin saja akan mendapatkan kendala di kemudian hari.

Nah, apa saja risiko yang akan perusahaan dapatkan jika tidak memiliki legalitas perizinan?

1. Tidak Punya Payung Hukum yang Kuat

Untuk skala perusahaan besar, kekuatan hukum sangat penting untuk menjaga perusahaan tetap aman. Baik dari pihak kompetitor maupun aman dari urusan aturan bisnis dalam lingkup pemerintahan.

Melakukan pengurusan izin akan memperkuat status hukum bagi perusahaan. Dengan begitu perusahaan akan tercatat dan tersimpan datanya  secara resmi dalam pemerintahan.

Sebagai pelaku usaha tentunya hal tersebut akan memberikan rasa tenang.

2. Tidak Bisa Mengembangkan Bisnis

Apabila ingin berkembang ke skala yang lebih gobal, perlu melakukan legalitas perizinan. Seperti misalnya melakukan ekspansi hingga ke ranah internasional, maka ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki.

Berbagai dokumen legalitas perusahaan perlu perusahaan miliki. Hal ini akan memudahkan dalam proses ekspor/impor barang dan sebagainya. Yakni seperti dokumen izin usaha atau yang lainnya.

3. Kesulitan untuk Memperoleh Suntikan Modal

Melakukan pengembangan bisnis tentunya perlu suntikan modal yang cukup besar. Kebanyakan perusahaan besar, tidak melakukan kegiatannya dengan sendirian. Entah tim atau menggunakan sistem tanam modal dari investor dan sebagainya.

Nah, para investor tentunya akan merasa tertarik dengan perusahaan yang sudah memiliki legalitas perizinan yang sah. Hal inilah yang membuat para investor merasa aman dan percaya kepada perusahaan.

Sehingga mereka mau dan yakin untuk berinvestasi pada perusahaan yang sudah mendapatkan izin legalitas.

4. Kredibilitas yang Meragukan

Seperti informasi dalam poin sebelumnya, terkait rasa kepercayaan para investor dengan perusahaan. Yang mana legalitas perizinan ini bisa membantu untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan.

Tidak hanya mereka para investor, tapi juga para konsumen pastinya tidak akan bimbang membeli produk/jasanya. Dengan kredibilitas perusahaan yang tinggi juga bisa meningkatkan jumlah konsumen.

Bagi Anda yang ingin melakukan pengurusan perizinan bisa memulainya dari sekarang. Sehingga nanti ketika melakukan pendirian PT untuk perusahaan bisa lebih mudah.

Salah satu jasa membuat PT untuk perusahaan yang profesional dan aman adalah https://legalitasperizinan.com/. Kunjungi situs website kami untuk konsultasi maupun mendapatkan berbagai informasi lebih detail, semoga bermanfaat.

Leave a Reply