You are currently viewing Audit CDAKB Pertamaku: Antara Tegang, Bingung, dan Akhirnya Lega

Audit CDAKB Pertamaku: Antara Tegang, Bingung, dan Akhirnya Lega

Audit CDAKB Pertamaku: Antara Tegang, Bingung, dan Akhirnya Lega

“Namaku Reza, masih sama seperti kisah IDAK sebelumnya. Bedanya, kali ini aku udah punya gudang, PJT, dan IDAK resmi. Tapi ternyata… satu tantangan besar masih menunggu: Audit CDAKB.


📖 Bab 1: “CDAKB Itu Apa Sih?”

Aku kira setelah punya IDAK, semuanya selesai.

Ternyata tidak. Petugas Kementerian Kesehatan bilang:

“Pak, untuk tetap aktif sebagai penyalur alkes, Anda wajib punya CDAKB.”

CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik) adalah standar sistem distribusi dari Kemenkes. Audit ini mengecek:

  • Apakah alkes disimpan dengan benar?
  • Apakah SOP distribusinya rapi dan terdokumentasi?
  • Apakah ada pelacakan jika terjadi masalah?

🏗️ Bab 2: “Gudang Saya Siapkah?”

Sebelum audit, saya berdiri di tengah gudang kecil yang saya sewa. Lalu saya bertanya pada diri sendiri:

Apakah ini sudah sesuai CDAKB?

Saya buka Google, baca artikel, dan tanya ke grup distributor. Lalu saya catat checklist:

  • [✔] Gudang bersih dan tertutup
  • [✔] Ada rak penyimpanan
  • [✔] Ada termometer suhu ruang
  • [✔] Ada logbook keluar-masuk barang
  • [✔] Ada ruangan karantina untuk barang rusak atau kedaluwarsa
  • [✔] Semua dicatat manual dan digital

Masalahnya, sebagian saya belum punya. Jadi… buru-buru saya belanja: termometer digital, form manual, stiker, SOP.


👨‍💼 Bab 3: “Hari Audit Tiba…”

Pukul 9 pagi. Petugas dari Kementerian Kesehatan datang. Ada tiga orang. Ramah, tapi tegas.

Dia bilang:

“Kami tidak mencari kesalahan. Kami memastikan Anda layak mendistribusikan alat kesehatan secara bertanggung jawab.”

Audit berlangsung antara 3-4 jam. Mereka minta:

  • SOP distribusi
  • Bukti pelatihan PJT
  • Surat tugas PJT
  • Jadwal kalibrasi alat ukur
  • Foto gudang dan layout-nya
  • Simulasi pelacakan batch produk
  • SOP penanganan barang rusak

Saya sempat grogi. Tapi ternyata, karena semua saya siapkan sebelumnya, prosesnya cukup lancar.


📩 Bab 4: “Email Itu Datang…”

Seminggu kemudian, saya buka Pengajuan CDAKB dan lihat statusnya.

“Sertifikat CDAKB disetujui.”

Saya diem. Antara lega, bangga, dan sedikit nggak percaya.

Dari seseorang yang bahkan nggak tahu beda izin edar dan IDAK, sekarang sudah punya CDAKB dan siap jadi penyalur resmi yang bisa ikut tender, jual ke rumah sakit, bahkan buka cabang.


🧠 Pelajaran dari Audit CDAKB Pertamaku

  1. Jangan tunda persiapan. Checklist kecil hari ini menyelamatkan audit nanti.
  2. PJT adalah aset. Pastikan dia paham dan siap mendampingi.
  3. Buat SOP meski bisnis masih kecil. Regulasi menghargai keteraturan, bukan besar-kecilnya usaha.
  4. Jangan takut diaudit. Petugas justru memberi masukan agar kita lebih siap.

🛠️ Tips dari Saya

Kalau kamu baru mulai dan bingung cara menyiapkan semua ini, jujur saja:

Saya juga pakai jasa konsultan waktu itu.

Saya dibantu oleh tim dari legalitasperizinan.com. Mereka:

  • Kirim template SOP dan layout gudang
  • Simulasikan proses audit
  • Dampingi hingga dinyatakan lulus

Waktu dan energi saya lebih efisien, dan saya bisa fokus ke pengembangan bisnis.


🎯 Penutup

Audit CDAKB bukan penghalang, tapi gerbang menuju bisnis alat kesehatan yang profesional.

Dan kamu bisa melewatinya dengan baik…
Asal siap, niat, dan mau belajar.

Satu gudang kecil, satu PJT, satu niat besar—cukup untuk memulai.

Tinggalkan Balasan